MONITORING UNIT USAHA BUDI DAYA AYAM PETELUR MILIK BUMDes SUNGI SIDAH PENYALIMAU
Penyalimau, Sanggau – Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Tatang Nurdian, A.Md.Ak, melaksanakan kegiatan pendampingan teknis dan monitoring unit usaha budi daya ayam petelur milik BUMDes Sungi Sidah Penyalimau.
Pendampingan ini dilakukan bersama Tim Teknis Penyuluh Peternakan Kabupaten Sanggau, yaitu Medik Veteriner, drh. Dwi Maulana Syabani, dan Wasbitnak, Dema Iqbal, S.Pt.
Kegiatan pendampingan kali ini berfokus pada pemantauan dan evaluasi perkembangan ayam petelur. Saat ini ayam sudah lima hari berada di kandang, dengan usia sekitar 18 minggu. Berdasarkan hasil pengamatan teknis, ayam diperkirakan mulai memproduksi telur pada minggu keempat bulan November 2025.

Menurut drh. Dwi Maulana Syabani, masa produksi ayam petelur atau ayam pullet dapat berlangsung hingga satu tahun setengah. Dari sisi bisnis, usaha ayam petelur tergolong cukup menguntungkan, terutama jika sudah memiliki pasar tetap. “Meskipun modal awalnya relatif besar, usaha ini memberikan potensi hasil yang baik apabila manajemen pakan dan kesehatannya terjaga,” jelasnya.
BUMDes Sungi Sidah Penyalimau sendiri telah memiliki pasar kemitraan khusus, yakni bekerja sama dengan salah satu perusahaan kelapa sawit di wilayah Desa Penyalimau. Permintaan telur dari pihak perusahaan tersebut cukup tinggi, mencapai sekitar 6.000 butir per bulan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi karyawan.
Bermula dari peluang inilah, BUMDes Sungi Sidah Penyalimau memutuskan membuka usaha budi daya ayam petelur. Modal awal usaha berasal dari penyertaan modal Pemerintah Desa Penyalimau melalui alokasi Dana Desa (DD) bidang ketahanan pangan sebesar 20% pada tahun anggaran 2025, dengan nilai sekitar Rp200 juta untuk usaha ayam petelur, serta tambahan Rp20 juta untuk usaha pertanian jagung hibrida seluas 1 hektar.
Direktur BUMDes Sungi Sidah Penyalimau, David, menyampaikan optimismenya terhadap prospek kedua unit usaha ini.
“Kami yakin, dengan manajemen yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, usaha ini akan memberikan keuntungan yang signifikan di akhir tahun 2025,” ujarnya saat diwawancarai oleh tim redaksi DesaNews.com.
Penulis : Tatang Nurdian, A.Md.Ak
Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau


.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar